Bahasa yang digunakan sehari-hari pada masyarakat yang
berada di pulau Seram adalah bahasa melayu Ambon. sedangkan bahasa asli
disebut dengan ‘Bahasa Tana’ bahasa ini tidak hanya terdapat pada
beberapa daerah atau
desa-desa akan tetapi bahasa ini merupakan bahasa ibu orang maluku,
Kenapa saya lebih menulis ‘tana’ dari pada ‘tanah’ walaupun artinya sama
namun memiliki nilai yang berbeda dalam bahasa ambon, ‘tana’ dalam
bahasa ambon bisa berarti tanah bisa berarti juga ditujukan kepada tanah
leluhur di pulau Nusa Ina, sehingga bahasa tana dapat diartikan sebagai
bahasa asli suku maluku.
Sampai sekarang tidak kurang dari 117 Bahasa Tana yang terdapat di seluruh maluku ini, dan ada beberapa yang mengalami kepunahan, kebanyakan ’Bahasa Tana’ yang mengalami kepunahan adalah Bahasa Tana yang dipergunakan oleh desa-desa kristen baik di pulau ambon maupun di sebagian kecil pulau seram
Sampai sekarang tidak kurang dari 117 Bahasa Tana yang terdapat di seluruh maluku ini, dan ada beberapa yang mengalami kepunahan, kebanyakan ’Bahasa Tana’ yang mengalami kepunahan adalah Bahasa Tana yang dipergunakan oleh desa-desa kristen baik di pulau ambon maupun di sebagian kecil pulau seram
contoh bahasa yang di gunakan :
[Bahasa Tana]
“iwato ela painom k, o hei kepeng susah, hei kepeng akaho na susa painoi , lolo fue fufun anakolu isikora apina fia-fia, akang anau e jadi mansia ela a”
[Bahasa Melayu Ambon]
“hayo e hidop susa jua, mancari uang susa tar mancari deng tamba susah lai, loko punggul sadiki-sadiki jua par anana iskolah tu, la kata dong jadi orang sadiki”
[Bahasa Indonesia]
“duh, hidup sangat susah ya, bekerja susah tidka bekerja makin susah, tidak apa-apa menabung sedikit demi sedikit buat anak-anak sekolah agar mereka menjadi orang yang pintar”