Cara Budaya Pulau Seram Beradaptasi dengan Budaya Modern

Dengan adanya pendatang yang menetap di pulau seram dan Kuatnya pengaruh dari luar memperlihatkan gejala perubahan sosial masyarakat yang berada di pulau ini. Dengan begitu mulai dari material, nonmaterial, social, Sistem kepercayaan, Estetika, Bahasa  yang di gunakan, yaitu sama seperti yang di gunakan pada masyarakat  modern saat ini. Pada masa modern saat ini, banyak diantara mereka yang sudah memiliki darah campuran dengan suku lain, perkawinan dengan suku Minahasa, Sumatra, Jawa, bahkan dengan bangsa Eropa (umumnya Belanda) sudah lazim di masa modern ini, dan melahirkan keturunan keturunan baru, yang mana sudah bukan ras Melanesia murni lagi.
Namun Beberapa desa yang terdapat di bagian utara Pulau Seram seperti Kanike, Roho, Huaulu dan Solea. Masih memiliki budaya tradisioanal. karena belum ada infrastruktur yang tersedia. Infrastruktur yang sangat penting seperti transportasi, komunikasi, penerangan (listrik), kesehatan, air bersih dan jasa lainnya belum dapat dinikmati oleh masyarakat, sedangkan fasilitas pendidikan hanya pada tingkat SD saja. Daerah - daerah ini terpencil karena banyak sungai deras yang harus dilalui, jalanan yang curam, turun naik lembah dan pegunungan. Kelerengan tempat lebih dari 60 % menyebabkan perjalanan ke desa-desa tersebut lebih sulit. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat sangat kesulitan untuk mengakses bahan kebutuhan lain dan penjualan hasil panen tidak terjadi secara lancar. Masyarakat harus menunggu pedagang pengumpul yang datang ke desa untuk membeli hasil panen, dan apabila mereka harus keluar desa maka semua kebutuhan hidup rumah tangga harus dibelanjakan untuk persediaan.

Pulau Seram ( Pulau Ibu)


Pulau Seram terletak di sebelah utara Pulau Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia. Kota utamanya ialah Masohi, ibukota kabupaten Maluku Tengah. Di pulau ini terdapat beberapa pelabuhan: Amahai, Masohi, Kairatu, dan pelabuhan rakyat seperti Tehoru, Bula, Geser, dan Piru. pulu seram di ambil dari para penjajah belanda yang sementara itu mereka sedang mendaki gunung bunaiya untuk menemukan ujungnya tetapi selama berhari hari meraka tidak menemukan ujungnya dan banyak hal hal aneh yang mereka dapat maka mereka menamakanya pulau seram yang nama aslinya adalah NUSA INA(pulau ibu), sedangkan Ambon NUSA AMA(pulau ayah) pengaruh belanda di maluku maka semuanya yang berada di maluku menjadi perubahan.


Geografi

Pulau Seram memiliki wilayah seluas 18.625 km2 , dengan panjang 340 km dan lebar 60 km. Titik tertingginya ialah Gunung Binaiya, setinggi 3.019m di atas permukaan laut.
Pulau Seram memiliki alam pegunungan dan hutan tropis. Produk-produk yang dihasilkan antara lain cengkih, pala, kopra, damar, sagu, ikan, dan minyak. Terdapat satu taman nasional yaitu Taman Nasional Manusela yang terkenal karena banyak hewan dan tumbuhan endemiknya. Untuk mencapai tempat ini dapat ditempuh melalui Desa Yaputih atau Hatu di Kecamatan Tehoru, kurang lebih 100km dari Masohi.


Penduduk

Penduduk aslinya adalah suku Alifuru. Namun sekarang telah banyak pendatang dari berbagai pulau di sekitarnya.

Administrasi

Secara administratif Pulau Seram dibagi menjadi tiga kabupaten: Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Sejarah

Misionaris Portugal berada di Pulau Seram pada abad ke-16. Pos dagang Belanda didirikan pada awal abad ke-17. Pada 1650, Seram dikuasai oleh Belanda.

Agama

Sebagian besar penduduk Seram menganut agama Islam, Protestan, Katolik, atau kepercayaan Animisme. Suku Manusela menganut jenis sinkretisasi Hindu.
 




Ora Beach "Pulau Seram" Surga Dunia



Ora Beach


 
Ora beach atau pantai Ora terletak di Pulau Seram, Maluku Tengah. Inilah surga dunia. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapatkan suasana yang damai dengan pemandangan alam (khususnya pantai) yang sangat indah.

Pantai Ora memang sangat menawarkan keindahan alam yang tiada duanya, satu lagi bukti untuk para wisatawan diluar sana bahwa maluku mempunyai pantai yang indah.

Ini salah satu bukti bahwa Maluku sangat kaya dengan keindahan alamnya jika mau dijaga dengan baik. Bagi para wisatawan, di pantai ini telah disediakan resort-resort yang berdiri di atas pantai dengan air yang sangat jernih. Resort-resort disini berbentuk rumah panggung dengan material kayu sehingga menimbulkan suasana nyaman untuk bersantai menghilangkan penat atau beban pikiran. Tempat ini sangat memanjakan pengunjungnya yang ingin mencari ketenangan pikiran.

Selain itu, pemandangan alamnya juga tak kalah jika dibandingkan dengan pantai Lanikai Oahu di Hawaii atau Pulau Maladewa. Setidaknya kita tidak harus jauh-jauh pergi ke luar negeri karena ternyata maluku pun punya keindahan serupa.

Diberdayakan oleh Blogger.